Hari itu terik matahari
bersinar lebih terang dari biasanya, tak tampak satupun awan yang hadir untuk
menutupinya. Sudah beberapa hari
ini langit bak kanvas biru tanpa noda, yang menandakan musim panas akan segera tiba. Di balik ranting pepohonan para tupai melompat-lompat kesana kemari tak
menghiraukan terik mentari, rimbunnya
pepohonan menjauhkan mereka dari panas. Para tupai tidak peduli bahwa sebentar
lagi musim kemarau kan datang, air akan menjadi barang rebutan para mamalia, air
di ladang akan menyusut dengan banyaknya, ikan-ikan akan bermigrasi ke tempat
yang lebih dalam, semua itu tidak masalah bagi para tupai asal cadangan makanan
cukup untuk beberapa bulan kedepan.
Di sudut jalan ada sesosok
gadis yang berlari dan tak sengaja menyenggol kaleng yang tergeletak di pinggir
jalan, sontak mengagetkan para tupai yang bermain di pepohonan. Gadis tersebut adalah Astrid, dia berlari dan terus
berlari seakan-akan menjauh dari sesuatu di belakangnya, walau tak ada yang
mengejarnya. Tampak air mata menetes lembut diantara kedua matanya yang cantik.
Dua tahun yang lalu.
Namanya Astrid, salah satu wanita tercantik di kampus. Banyak yang jatuh
hati padanya, sosoknya yang ramah dan mudah bergaul membuatnya jadi incaran pria
untuk mendapatkan hatinya. Memang benar cinta itu adalah sebuah misteri, dari
sekian banyak pria yang berusaha tak ada satupun yang mampu menggetarkan
hati gadis cantik ini. Baik yang kaya
maupun yang tampan, belum ada yang berhasil merebut perhatian Astrid.
Namun semua itu berubah, Astrid
tunduk dengan sesosok pria yang ia temui saat studi wisata. Namanya Rangga,
pria desa yang memiliki tampan rupawan, tapi bukan hanya dari fisik yang
dilihat Astrid, sikap yang santun dan perhatian benar-benar membuat Astrid
takluk. Lagipula entah kenapa Tuhan seakan-akan membimbing jalan dan waktu kepada
mereka berdua, sehingga setiap kali Astrid berjalan saat studi wisata selalu
ada sosok Rangga disana. Saat
pagi, siang, dan malam mereka dipastikan bertemu. Padahal tak ada kata janjian,
tak ada kata sengaja, semuanya terjadi begitu saja.
Hingga akhirnya
Rangga memberanikan diri meminta no hp Astrid, dari situ hubungan mereka
semakin dekat. Seperti benih biji di padang yang subur, cinta mereka tumbuh
begitu cepat. Hingga akhirnya, Rangga berjanji akan menikahi Astrid saat Astrid telah menyelesaikan
kuliahnya. Astrid bukan main senangnya, memang Rangga hanya tamat SMA dan hidup
sebagai petani di desa, tapi Astrid yakin bahwa cinta mereka akan bertahan
dalam lika-liku bahtera kehidupan.
Tapi, layaknya kisah
cinta Siti
Nurbaya, cinta Astrid dan Rangga terhalang orangtua. Astrid telah dijodohkan dengan teman
lama ayahnya, pemuda kota yang merupakan pewaris perusahaan rangka baja
nasional bernama Sadewa. Astrid tidak mau dijodohkan karna hatinya kini sudah ada
yang punya, apa hak Sadewa hingga bisa memilikinya?. Astrid menolak, pada waktu
lamaran dia berlari di jalan memecah sinar mentari yang menandakan bahwa musim
kemarau kan datang dan akan merajalela.
Lamaran tetap saja
lamaran, sebagai wanita yang masih tanggung jawab orangtua, Astrid masih belum
bisa menentang sepenuhnya arogansi yang dialaminya. Walau hati menolak, tetap saja
mulut kedua orangtuanya berkata setuju. Memang tak bisa dipungkiri keluarga
Sadewa sangat berjasa membantu keluarga Astrid. Dulu disaat ayahnya menimbun
hutang terlalu banyak hanya ayah dari Sadewa yang memberi uang secara cuma-cuma
untuk membantu.
Mendengar pujaan
hatinya telah dilamar oleh pria lain, hati Rangga bak runtuh kedalam samudra.
Bagaimana cintanya yang suci terhalang oleh sesosok pria yang bahkan tak tahu
arti sebuah kerinduan. Rangga meminta penjelasan kepada Astrid, meminta lamaran
tersebut ditolak dan bersedia kawin lari dengannya. Sayangnya Astrid masihlah
wanita yang tunduk kepada orangtua, ia tak bisa melawan sosok yang telah
membesarkannya. Walau pahit, Rangga akhirnya
memasrahkan cintanya direbut.
Waktu berlalu begitu cepat, Astrid telah
menyelesaikan kuliahnya. Hingga akhirnya hari pernikahan tiba, Rangga datang
jauh-jauh untuk melihat cinta sejati untuk terakhirnya kalinya. Sakitnya bagai
menyanyat hati, melihat wanita pujaan bersanding dengan pria asing. Andai
dialah sang mempelai pria tentu akan beda rasanya, tapi apa bisa dikata. Balas
budi orangtua Astrid tak bisa dibayar hanya dengan kata tapi ditawar dengan
harga lain yaitu anaknya.
Rangga hanya bisa memperhatikan dari
jauh, kakinya begitu berat untuk melangkah. Dia pun tak sanggup berdiri terlalu
lama disana, akhirnya dengan hembusan nafas yang berat, Ranggapun pergi tanpa
mengucapkan selamat tinggal kepada kekasih.
Kehidupan Astrid dengan Sandewa memang
bukan seperti yang disinetron-sinetron yang penuh dengan dilema dan prasangka.
Kehidupan keluarga mereka hampir sama dengan kehidupan mahligai rumah tangga
pada umumnya, hanya saja tak ada cinta Astrid disana. Sandewa bukan termasuk
pria yang sensitif dan juga pria yang posesif jadi dia tidak begitu mau tahu
apa dan dimana Astrid saat dia pulang. Sandewa pun lebih banyak menghabiskan
waktunya di luar rumah, maklum penerus pengusaha baja ringan harus sering dilapangan
demi memantau kinerja para bawahan.
Anak hasil hubungan rumah tangga mereka
pun lahir lima tahun kemudian. Astrid begitu mencintai buah hatinya, seorang
wanita cantik yang begitu mirip dengannya. Dia beri nama Mutia Kasih. Dalam doa pertama Astrid kepada anaknya, dia hanya
meminta kepada Tuhan, agar kehidupan
cinta anaknya tidak bernasib sama
dengannya.
Mutia
tumbuh dengan cepatnya sebagaimana waktu yang terus berputar. Tak terasa umur
Mutia Kasih kini sudah 25 tahun, umur yang telah matang untuk seorang gadis.
Mutia telah tumbuh menjadi seorang putri cantik dari lulusan Universitas
Pancasila, dan kini telah bekerja di BNI sebagai costumer service.
Sebagai anak semata wayang, Astrid sudah
menanyakan kepada Mutia kapan dia mulai berkenan untuk melepas masa lajangnya, bahkan semenjak Mutia menginjak umur 23 tahun.
Astrid menasehati bahwa jangan terlalu sibuk memikirkan karir, karena karir
semakin dikejar semakin membiuskan kehidupan. Jangan sampai terlupa
bahwa pria dan wanita diciptakan berpasangan, memang sudah kodratnya bahwa
menikah merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Hingga suatu hari, Mutia mengatakan
bahwa ada seorang pria yang mau meminangnya. Astrid senangnya bukan main,
Sadewa pun senang dengan kabar tersebut, sudah lama mereka menantikan kehadiran
cucu untuk melengkapi kehidupan keluarga mereka. Maklum usia semakin hari
semakin bertambah, ubanpun sudah semakin banyak mendominasi rambut dikepala.
Hingga akhirnya, hari yang telah
ditentukan tiba. Rombongan calon mempelai pria datang dengan meriahnya, para
tetangga bertanya-tanya, siapakah sosok pria yang berhasil merebut hati wanita
tercantik di komplek mereka. satu persatu tamu undangan masuk ke rumah Astrid
dan Sadewa, tampak meriah dan senyum merekah disana-sini. Tapi ada yang berbeda,
ya.. Astrid mengenal dengan jelas sosok pria bertubuh atletis yang berada di
samping calon menantunya. Begitu pula dengan pria tersebut, dia mengenal dengan
jelas wajah Astrid. Wajah yang selalu dia kenang dalam tiap mimpi-mimpinya,
wajah yang tak bisa dia hapus begitu saja, kenangan yang takkan hilang walau
diterpa badai.
Calon besannya tersebut adalah
Rangga, pria kampung yang dulu telah berhasil menaklukkan cintanya, bahkan bisa
jadi sampai sekarang, hanya sosok Ranggalah yang tetap ada dihatinya.
Astrid dan Rangga saling bertatapan,
melepas rindu yang tak bisa diungkapkan. Mengingatkan kembali kenangan manis
dan luka lama di dulu sempat terkubur begitu dalam. Mereka bertanya-tanya
kenapa Tuhan kembali mempertemukan mereka dengan cara yang diluar sangkaan.
Seakan-akan mengatakan bahwa cinta itu luas cakupannya, jika Astrid dan Rangga
tidak bisa bersatu dalam ikatan janji suci perkawinan, setidaknya hal tersebut
dapat diwariskan kedua anak kalian.
Do you realize there is a 12 word phrase you can speak to your man... that will induce intense feelings of love and instinctual attractiveness to you deep inside his heart?
BalasHapusThat's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that triggers a man's instinct to love, look after and care for you with his entire heart...
12 Words Will Trigger A Man's Desire Impulse
This instinct is so built-in to a man's mind that it will drive him to try harder than ever before to love and admire you.
Matter of fact, fueling this influential instinct is absolutely important to achieving the best ever relationship with your man that as soon as you send your man a "Secret Signal"...
...You'll soon find him expose his mind and soul to you in such a way he haven't experienced before and he'll distinguish you as the one and only woman in the world who has ever truly interested him.