"Jika kau ingin selalu menjadi yang TERDEPAN, maka PANTASKANLAH dirimu untuk mendapatkannya" -RaSyBa-
Jumat, 13 November 2015
Jumat, 30 Oktober 2015
Aku dan Sepeda Motorku
Oleh: Rabian Syahbana
Blog post
ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen ‘Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor
di Jalan.’ #SafetyFirst Diselenggarakan oleh Yayasan Astra-Honda Motor dan
Nulisbuku.com
Aku ingat
betul kapan ia menjadi teman perjalananku.Waktu itu aku baru masuk kelas 12 SMA,
awal pertama kami bertemu ketika aku baru pulang sekolah. Jarak antara rumah
dan sekolah tidaklah begitu jauh, palingan hanya sekitar 250 meter jadi cukup dengan
berjalan kaki. Sesampai di rumah, aku melihatnya terpakir rapi di depan. Plat motornya
masih berbentuk kardus dengan tulisan ‘test’ tercetak disana. Warna merahnya
terpancar bersama dengan cahaya matahari. Aku tidak begitu mengubrisnya, maklum
ku pikir itu motor kerabat yang sedang bertamu.
Ayah
tersenyum saat melihatku, “itu motormu Al”. “apa?” tanyaku ulang memastikan apa
yang ayahku katakan tadi. “itu motor yang didepan rumah punyamu Aldi”. “serius...!!”
aku masih tidak percaya. Ayah memberikan sebuah kunci bergantung mainan bola
biliard kepadaku. “pakailah.. saat ingin berpergian, sekalian jangan lupa
menghantar kue pesanan ibumu”. Hatiku tercekat oleh rasa bahagia yang bercampur
haru. Kalau aku tak menahannnya mungkin air mata sudah berlinang membasahi
pipiku.
Sebuah
motor merupakan barang yang termasuk sulit dibeli jika melihat kondisi ekonomi
keluarga saat ini. Kami memang memiliki sebuah motor sebelumnya, itupun warisan
dari kakek. Sebuah motor yang usianya jauh lebih tua dari usiaku saat ini. Tapi
sekarang, keluarga kami mempunyai sebuah motor baru bewarna merah menyala dan menjadi
motor terbagus satu-satunya dalam sejarah keluarga kami. Dan aku heran, kenapa
motor itu untukku? Bukankah ayah dan ibuku lebih membutuhkannya.
Minggu, 11 Oktober 2015
Makalah Sosiologi Pendidikan Islam
Oleh:
Rabian Syahbana
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kehidupan
manusia sebagai makhluk sosial dihadapkan kepada masalah sosial yang tak dapat
dipisahkan dalam kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dari
hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya. Masalah
sosial ini tidaklah sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya
karena adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaannya, sifat
kependudukannya, dan keadaan lingkungan alamnya.[1]
Sosiologi memberikan informasi ke dalam dunia pendidikan tentang nilai-nilai
yang berlaku di masyarakat. Sedangkan pendidikan Islam mempunyai peran aktif
dalam menciptakan generasi yang mampu berinteraksi sosial dengan baik.
Pendidikan Agama Islam mengenalkan kepada peserta didik tentang nilai-nilai
yang terdapat dalam Agama Islam
Sosiologi
sebagai ilmu pengetahuan memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandangan,
metode, dan susunan pengetahuan. Obyek penelitian sosiologi adalah tingkah laku
manusia dalam kelompok. sudut pandangannya ialah memandang hakikat masyarakat
kebudayaan, dan individu secara ilmiah. Sedangkan susunan pengetahuan dalam
sosiologi terdiri atas konsep-konsepdan prinsip-prinsip mengenai kehidupan
kelompok sosial, kebudayaannya, dan perkembangan pribadi. Salah satu ini yang
mendapat perhatian sosiologi ialah penelitian mengenai tata sosial. Menurut
F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya
menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Yang termasuk dalam
pengertian struktur ini ialah teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan,
struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya itu dengan tata sosial masyarakat.[2]
Keberhasilan dalam pendidikan agama Islam tidak hanya bisa ditentukan dengan
struktur nilai yang disimbolkan dengan angka, melainkan lebih ditentukan oleh
kehidupan interaksi sosial sehari-hari yang terjadi di sekolah, baik antar
masyarakat, sekolah maupun antara sekolah dengan masyarakat sekitar dengan
nilai-nilai keIslaman.
Proses
sosial biasanya menghasilkan keadaan dan struktur sosial yang sama sekali baru.
Proses sosial menciptakan dan menghasilkan perubahan mendasar.[3]Sosiologi
mempunyai kontribusi penting bagi pendidikan Agama Islam dalam kaitannya dengan
penerapan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Sesungguhnya studi
sosiologi sangat penting untuk dibahas karena berguna untuk umat Islam.
Kamis, 01 Oktober 2015
70 Tahun PMI Mengabdi untuk Kemanusiaan dan Kemerdekaan
Oleh: Rabian Syahbana
Ketua KSR PMI Kab. Bangka Periode 2013-2014
Pendirian Palang Merah Indonesia (PMI) sebenarnya
sudah diupayakan sebelum Perang Dunia II, tetapi hal tersebut ditentang oleh pemerintahan
kolonial Belanda dan Jepang kala itu. Hingga akhirnya pada tahun 1945 setelah
Indonesia merdeka, atas intruksi Presiden Soekarno maka dibentuklah badan
Palang Merah Indonesia yang pertama kali diketuai oleh Wakil Presiden RI M.
Hatta.
Bertepatan dengan tanggal 17 September 2015, PMI
menginjak usia 70 tahun. Usia yang tidak lagi diragukan untuk membuktikan
kemampuan dan komitmen di bidang kemanusiaan. Dahulu pada masa kemerdekaan, PMI
tidak hanya dengan menangani korban perang, tapi juga membantu berkas Romusha.
Sedangkan di masa damai, PMI juga membantu menangani masalah sosial, mendidik
masyarkat tentang Pertolongan Pertama, uapya penyediaan darah, dan membantu
penanggulangan bencana. Hal tersebutlah yang membuat eksitensi PMI terus
melekat di hati masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)











