Minggu, 27 November 2011

Ibu.. apa salahku? (Padahal diriku belum melihat wajahmu)


            Ibu.. waktuku 9 bulan 10 hari, dengan waktu selama itu aku telah siap untuk hadir di dunia ini. Semenjak pertemuan antara ovum ibu dan sperma ayah, aku telah menunggu. Setelah beberapa waktu akhirnya jiwaku ditiupkan ke wadah yang siap menampungku, yaitu rahimmu ibu. Akhirnya dengan ijin Allah jantungku waktu itu berdetak. Berdetak dengan teratur dan lembut.

Sukses & Arogansi


 Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, "Success canlead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When wequit listening, we stop changing. In today's rapidly moving world,if we quit changing, we will ultimately fail." (Sukses bisa membuatkita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan didunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal).

Suara yang Paling Indah


Seorang tua yang tidak berpendidikan berniat mengunjungi suatu kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan disebuah dusun terpencil, bekerja kerasmembesarkan anak-anaknya dan sekarang menikmati kunjungan pertamanya ke rumah anaknya yang modern.

Suara Seorang Kakak


Sebagian besar orang memperoleh inspirasi dalam hidup mereka. Mungkin dari percakapan dengan seseorang yang kau hormati atau sebuah pengalaman. Apa pun bentuknya, inspirasi cenderung membuatmu memandang kehidupan dari sudut pandang yang baru. Inspirasiku berasal dari adikku Vicki, seseorang yang baik hati dan penuh perhatian. Ia tidak peduli akan penghargaan atau masuk dalam surat kabar. Yang diinginkannya hanyalah berbagi cinta dengan orang yang dikasihinya, keluarga dan teman-temannya.

Siapa Yang Tak Mati


Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.

Si Tukang Kayu


Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.