Jumat, 04 September 2015

Kun Anta (Jadilah Diri Sendiri)*

By: RaSyBa

Apakah kita menyadari saat terlalu mengidolakan seseorang, tanpa mengenal baik atau buruknya itu, kita tanpa sengaja meniru penampilan dan aksesoris dari idola kita. Saat kita melakukan hal tersebut, kita merasa bangga. Kita merasa jika berhasil meniru orang tersebut kita telah mendapatkan keberuntungan.
Tapi tahukah kita saat kita berhasil melakukannya, kita akan kehilangan sesuatu yang penting?. Kita kehilangan diri kita sendiri. Karena dengan meniru orang lain, kita membuang jati diri kita. Yang kita tiru dari idola kita hanyalah penampilan luarnya. Penampilan luar tidak mesti menunjukkan kepribadian seseorang.

Dalah surat Al-Hasr ayat 59, Allah berfirman yang artinya:”dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik”.
Ingatlah kita adalah pribadi yang unik, Tuhan tidak menciptakan satu orang sama dengan lainnya. Anda adalah anda, tidak ada kopian diri anda di dunia ini. Anda adalah keunikan kepribadian itu sendiri.
لا لا لا نحتاج المال، كي نزداد جمالا، جوهرنا هنا، في القلب تلالا
La la, La nahtajul ma-la, Kai nazdada jama-la, Jauharna huna, Fi qalbi talala,
Tidak tidak, Kita tidak perlu kekayaan dalam rangka meningkatkan keindahan, Esensi kita di sini, di dalam hati kita bersinar.”
لا لا نرضي الناس بما لا، نرضاه لنا حالا، ذاك جمالنا، يسمو يتعالى 
La la, Nurdhin nasi bima-la, Nardhohu la na ha-la, Za-ka jamaluna, Yasmu yataa’la
 “Tidak tidak, Kita tak perlu memandang pandangan orang lain untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita. Itulah kecantikan kita, semakin bertambah sampai ke atas”
            Untuk meningkatkan keindahan, jadilah diri kita sendiri. Kita harus menerima perubahan yang terjadi pada orang lain dan dunia di luar kita. Tapi kita tidak akan meniru orang lain dengan begitu mudahnya. Kita hanya meniru apa yang kita rasa layak untuk diri kita. Kita takkan meniru sepenuhnya. Kita akan tetap bergaul dengan orang lain, karena dengan bergaul kita dapat bersosialisasi dan dapat mengenal karakter dan sifat orang yang ada di sekitar kita.
            Jangan takut saat orang lain mengatakan “kenapa kita tidak ikut-ikutan?”. Jawab saja bahwa inilah saya, saya tidak perlu menjadi orang lain untuk menjadi terkenal. Dengan kemampuan saya sendiri, orang-orang yang akan mengenal saya. Saya yakin dengan pilihan saya. Karena saya lahir sebagai pemenang bukan sebagai pengikut. Sayalah sang raja, saya bukan bidak.
            Allah juga berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 13, yang artinya:”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
كن أنت تزدد جمالاً 
Kun anta tazdada jamala
“Jadilah diri kamu sendiri, pasti kan menambahkan kecantikan diri yang telah ada”
            Karena itu saat kita telah memutuskan tetap menjadi diri sendiri, kita harus memiliki kepribadian yang kuat. Pribadi pantang menyerah dan selalu haus akan perilaku yang lebih baik dari yang lain. Saat kita dituntut agar mencapai target, maka kita harus membuktikan bahwa kita memang bisa melakukannya. Karena saat kita ingin mengubah dunia, maka kita harus membuat orang lain meyakini bahwa kita memang mampu melakukannya.
            Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah berkata “barang siapa yang hari ini sama saja dengan kemarin, merugilah dia. Jika hari ini lebih buruk dari kemarin, dia celaka. Dan beruntunglah bila hari ini lebih baik dari kemarin”.
            Saya yakin kita semua bukanlah pemalas, kita adalah pribadi yang selalu ikhtiar dan istiqomah dalam jalan kebaikan. Jadi, canamkan di dalam hati dimulai dari sekarang “Yeah... SAYA BISA”.
           

*Terinspirasi dari Lagu Humood Alkhudher - Kun Anta

1 komentar: