Kamis, 01 November 2012

Agar Kau Tak Salah Sangka

Siapa aku yang berani mengusikmu dalam sinar mentari…??
Aku memang tak tahu malu dengan apa yang ku lakukan kepadamu selama ini.
Tapi apakah itu salah disaat kejujuran adalah pilihan terbaik.


Wajahku memang menipu jika kau beranggapan bahwa aku adalah seorang pembohong.
Kata-kataku adalah racun jika kau beranggapan bahwa ucapanku adalah kehinaan.
Tapi apa aku salah jika aku menyukaimu.

Apa kau tak melihat di dalam hati ini sebenarnya telah terukir namamu.
Apa kau menyadarinya jika mataku tak luput memandang wajah manismu.
Tapi apa kau mengerti bahwa ini yang dinamakan cinta.

Maaf jika diri ini telah membuatmu bingung dengan apa yang ku tunjukkan.
Sebab teratai takkan hidup jika ditanam di tanah yang gersang.
Tapi apa yang  ku lakukan selama ini adalah bukti dari yang namanya pengorbanan.

Seluring malam membahana menghiasi langit-langit yang berhias bintang.
Coba kau tengok diatas sana, senyum rembulan tak seindah senyummu kala itu.
Tapi apa kau paham bahwa mendambamu selalu ku lakukan setiap pagi dan petang.

Mungkin musim kemarau masih akan tetap bertahan beberapa hari lagi.
Para burung pun akan kehilangan arah hingga tak mampu lagi membentangkan sayapnya.
Tapi tidak dengan diriku karena ku masih mengharapkanmu.

Dimanakah melati saat kita ingin menikmati keindahannya.
Aku hanyalah pendosa yang tak tahu bagaimana cara meminta maaf.
Tapi apa kau sadar ini semua kulakukan untuk mendapatkan perhatianmu.

Bukan salah piring saat ia terlepas dari tangan hingga pecah ke lantai.
Bukan pula salah gagak yang terus berbunyi saat ia melihat kematian.
Tapi apa kau melihatku yang duduk sendiri dan membutuhkan kehangatan darimu.

Tegur aku karena aku membutuhkan perhatianmu.
Sapa aku agar aku tak mati lebih cepat.
Tapi apakah kau mau melakukannya untuk manusia yang lemah ini.

Percayalah aku takkan menawarkan kebohongan saat aku berkata sungguh.
Lihatlah aku yang akan menjagamu walau kau tak menyadarinya.
Tapi semua ini bukan untukku tapi demi dirimu, agar kau tak salah sangka.

Karena…..
Aku benar-benar menginginkanmu menjadi tulang rusukku.

By: RaSyBa (14 Oktober 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar