Sabtu, 14 Januari 2012

Khutbah: Cintai Rasul Memuliakan Hidup


Sumber : Kumpulan Khutbah
Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah SWT
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.Dan marilah kita kumandangkan salam  dan shalawat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,yang telah mengantarkan kita menjuju keselamatan kehidupan dunia dan akherat.
Bertakwalah kepada Allah SWT.Dan bersyukurlah kepadaNya atas karunia yang dilimpahkan kepada kita semua.Yaitu ketika Allah SWT mengutus seorang rasul dari lingkungan kita sendiri yang bertugas membacakan Al-kitab dan Al-hikmah kepada kita.Maka wujudkanlah karunia ini dengan cara mengikuti sunnah Rasul,memegang teguh petunjuk dan syariatnya,dan menjauhi bid’ah yang diciptakan oleh para penganut hawa nafsu.
Sidang Ju’mat yang dimuliakan Allah SWT
 Perintah mentaati Rasulullah SAW dan memegang teguh sunnahnya banyak terdapat di dalam ayat Al-Qur’an dan banyak hadits nabi saw.Semuanya adalah nash-nash yang secara shahih(eksplisit) menunjukkan kewajiban mentaati nabi,mengikuti sunnahnya,tunduk kepadanya tanpa membantah,dan tidak melanggar perintah dan larangannya.Allah SWT berfirman:

 Yang artinya:
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilareangnya bagimu maka tinggalkanlah.(QS.Al-Hasyr:7)
Yang artinya:
Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,ikutilah aku,niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”(QS>Ali-Imron:31)
Dan Allah memperingatkan orang yang melanggar perintah NabiNya dengan firmannya dalam surah An-Nur ayat 63:
 mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”(QS>Ali-Imron:31)
Dan Allah memperingatkan orang yang melanggar perintah NabiNya dengan firmannya dalam surah An-Nur ayat 63:
Yang artinya:
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau sitimpa azab yang pedih.(QS.An-Nur:63)
Dan banyak sekali sunnah Rasulullah SAW yang menunjukkan kewajiban mentaati Rasulullah dan mengikuti sunnahnya dan peringatan agar menjauhi bid’ah.
Imam Ahmad,Abu Daud,At-Tarmizi dan IBnu Hibban meriwayatkan dari Al-irbadl bin Sariyah RA bersabda:
“Sesungguhnya siapa diantara kamu yang hidup maka akan melihat banyak perselisihan.Maka kamu harus berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnnah Khulafa’Ar-Rasyidin sesudahku yang mendapat petunjuk.Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham dan waspadalah terhadap hal-hal yang diperbaharui adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.”
Nash-nash tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa setiap muslim diperintahkan untuk ittiba”(mengikuti sunnah)dan dilarang ibtida’(menciptakan bid’ah) atau mengadakan hal-hal baru yang bertentangan dengan agama.Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang mengadakan didalam urusan (agama) kami ini sesuatu hal baru yang bukan bagian darinya,maka hal iniditolak.”(HR.Muttafaq Alaih.SHAHIH)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar